PERMASALAHAN
A PENDAHULUAH
Berat bayi saat lahir :
Berat bayi saat lahir :
- indikator kesehatan maternal
- prediktor pertumbuhan bayi
- daya tahan hidup bayi
BBLR : semua bayi dengan BBL < 2500 gr
Resiko kesakitan, resiko kematian → cukup tinggi oleh karena :
- gangguan pertumbuhan
- imaturitas organ
Insiden BBLR : 15,5 – 17 % dari kelahiran hidup 95 % di negara sedang berkembang 30 – 40 % disebabkan KMK
Penyebab utama kematian
- afiksia
- sindroma gangguan pernapasan
- infeksi
- komplikasi hipotermia
BBLR terdiri dari 2 kategori
- BKB → UK < 37 minggu : makin kecil umur kehamilan → makin kurang perkembangan organ2
- KMK → BB lahir < BB lahir umur kehamilan tetentu : < persentil 10 dari berat spesifik berdasarkan umur kehamilan
BBLR dapat di klasifikasikan sbb berdasarkan BB lahir :
1. BBLR : BBL < 2500 gr
2. BBLSR : BB 1000 – 1500 gr
3. BBLASR : BB < 1000 gr
Berdasarkan umur kehamilan :
- kurang bulan / pretem / prematur UK < 37 mgg
- cukup bulan / full term / Aterm UK 37 – 42 mgg
- lebih bulasn atau post term / serotinus UK > 42 mgg.
Penyebab
- faktor janin
- gawat janin
- kehamilan multipel
- kelainan kromosom
- infeksi
- faktor plasenta previa
- plasenta previa
- abrupsio plasenta
- difungsi plasenta
- faktor lahir
- inkompetensi serviks
- faktor ibu
- polihidramnion
- Infeksi
- Hipertensi
- Penyakit kronis ( jantung, ginjal dsb)
- Malnutrisi, anemia
- Perokok, alkohol, norkotika
- Dan banyak faktor lain
B. KEMUNGKINAN PENYAKIT PADA BBLR
- bayi prematur
- gangguan pernapasan idiopatik oleh karena : surfaktan kurang sehingga olveoli colaps, imaturitas organ paru
- pnemonia aspirasi
- perdarahan intraventrikuler
- fibrosi pada retina
- hiperbilirubin
- Bayi KMK
- aspirasi meconeum → pneumotorak
- kadar Hb. Meningkat ol : hipoksi kronis dalam uterus
- hipoglikemia
- afiksia, perdarahan baru masif
- hipotermia
- infeksi → sepsis
C. PENATALAKSANAAN PROBLEM PADA BBLR YAITU :
- bentuk tubuh
- permukaan tubuh relatif lebih luas → sehingga BBLR banyak kehilangan panas dan cairan melalui kulit]
- prinsip pencegahan hipotermia
- tunda memandikan bayi → pakai minyak kelapa
- tempatkan pada inkubator atau cfies hangat
- perhatika status cairan bila perlu pasang infus
- bungkus bayi dengan slimut → metode kanguru
- bila pwerlu O2
- Nutrisi
- minum pada bayi prematur
- pada 2 jam I. beri asi (coba Dex . 5 %) untuk cegah turunnya BB > 10 %
- asi diberiakn dengan pipet / sendok sedikit2
- susu yang mengandung lemak (mudah cernak)
- frekuensi pemberian 3 jam sekali
- pada bayi KMK
- refleks hisap sdh. Membaik
- enzim pencernaan > aktif
- cadangan glikogen sedikit → mudah hipoglikemia
- pemberian cairan parenteral terus s/d enteral tercukupi
D. TEKNI PEMBERIAN MINUM PADA BBLR
- miring kekanan ½ duduk, kepela dan bahu 30 derajat
- Kehangatan bayi cukup
- Perhatikan K/U bayi : biru, perut kembung, gangguan nafas
- Pengamatan setelah minum
- Minum sedikit2 penambahan susu tidak > 5 cc
- Setelah minum letakan bayi posisi ½ duduk
E. PEMANTAUAN
- Muntah : penyebabnya regurgitasi (belum menerima formula. Tindakan → kurangi pemberian formula
- Distensi : tertelan udara yang berlebihan. Tindakan puasakan → K/P pasang NGT, observasi
F. MASALAH – MASALAH YANG TERJADI PADA PREMATUR
- mudah kehilangan panas, mudah dehidrasi (betuk tubuh)
- mudah kedinginan → lemak subcutan masih tipis
- perdarahan otak : sestim syaraf otak belum matang (pmb. Darah rapuh)
- hiperbilirubinnemia : sestimenzim hati belum sempurna sering terjadi serangan apneu : karena adanya sumbatan secret pada jalan nafas (reflek sehingga mudah terjadi aspirasi pneumonia)
- RDS (Respratory Distress Syndroma) yang ditandai dengan sianosi, tangisan, merintih, sesak nafas
- Adanya rektrasi dada saat bernafas, RDS timbul beberapa jam setelah lahir/timbul segera setelah lahir dan keadaan semakin buruk. Penyakit ini diderita terutamu pada bayi U.K < 34 mgg. Hal ini karena surfaktan belum cukup terbentuk
G. FAKTOR RESIKO YANG BERKAITAN DENGA PERSALINAN PREMATUR
riwayat partus prematur / abortus, factor saosial seperti social ekonomi, usia ibu (< 20 atau > 40 tahun), ibu pencandu rokok, narkotik, alcohol, penyakit infeksi pada ibu, kehamilan ganda
H. DYSMATUR/SMAL FOR DATE/SMAL FOR GESTASIONAL/KMK
Adalah bayi lahir dengan BBL < BB seharusnya untuk masa kehamilan, hal ini karena mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan KM K
- Karatekristik :
- Bentuk tubuh sama dengan premature, untuk itu memiliki persoalan pada keseimbangan tubuh dan cadangan makanan kurang
- Fungsi organ tubuh : bayi inim emiliki sifat/fungsi organ sesuaia dengan umur kehamilannya jadi miskipun BB rendah tetapi fungsi organ tubuhny sudah matang
- Etiologi
Penyebab bayi dismatur sering tidak diketahui pasti, tetapi kemungkinan :
- Kelainan kromosom
- Infeksi intra uterin seperti toxoplasma, rubella
- Penyakit ibu yang mengganggunutrisi janin?mengganggu sirkulasi uteroplasenta al : preeklamsi, hipertensi, DM, gangguan ginjal
- ASUHAN KEPERAWATAN ATAU KEBIDINAN
- Pengkajian
Pada anamnesa :
- Masa gestasi < sembilan bulan
- BBL < 2500 gr
Pemeriksaan fisik :
- keadaan umum : baik, lemah, tangisan kuat/lemah, merintih
- TTV : suhu normal (36,5 C – 37,5 CC RR (40 – 60 X/menit) N (120 – 160 X/menit)
- Luas pemukaan tubuh relatif > BB-nya
- Jaringan lemak subcutan
- Reflek : hisap / menelan serta reflek lainnya koordinasinya baik / kurang
- Bati dalam keadaan stabil / keadaan patologisnya teratasi/belum
J. DIAGNOSA KEPERAWATAN
- Gangguan termoregulasi B/D pusat pengaturan tubuh belum sempurna
- gangguan pernapasan B/D imaturasi organ paru
- resiko hipotermi/hipoglikemia B/D cadangan lemak bawah kulit kurang
- cemas keluarga B/D kurang pengetahuan perawatan BBLR
K. PREMATUR MURNI
Adalah neonatus dengan usia kehamilan < 37 mmg BB sesuai usia kehamilan, desebut juga neonatus preterm/BBLR
L. KARAKTERISTIK : TANDA – TANDA
- BB < 2500 gr, PB < 45 cm, lingkar kepala < 33 cm, lingkaran dada < 30 cm
- masa gestasi < 37 mmg. Gerakan kurang aktif, otot masih hipotinus
- kepala > besar dari badan, rambut tipis, halus, UUB satural lebar
- telingan elastis, dqaun telinga menetes pada kepala
- pernapasan belum teratur dan sering mengalami apneu
- putting susu belum terbentuk dengan sempurna
- kulit tipis transpara, lanugo banyak terutama si dahi, pelipis dan lengan
- lemak subcutan kurang
- genetalia belu sempurna : pada laki2 testis belum turun, pada wanita labia mayora belum terbentuk
- reflek hisap dan menelan serta reflek batuk masih lemaH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar